Selasa, 08 Oktober 2013

Tugas : Psikologi Manajemen

Nama : Chaerunnisa Utami
NPM : 18511135
Kelas : 3PA05

  

                                                                     BAB I    
                                                            PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Keberhasilan suatu masyarakat atau bangsa ditentukan oleh keberhasilan seluruh organisasi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat atau bangsa itu. Bagaimana organisasi mencapai tujuannya tergantung performa manajerial dan efisiensi manajer. Proses manajemen sendiri meliputi aktivitas-aktivitas yang berhubungan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
            Organisasi sebagai suatu sistem terdiri dari subsistem. Yaitu satuan kerja yang besar seperti divisi atau urusan. Sebagaimana halnya dengan setiap sistem, maka organisasi sebagai sistem berada dalam proses pertukaran yang sambung-menyambung dengan lingkungannya. Oleh karenanya, organisasi tentu harus memiliki struktur didalamnya untuk mengatur kelangsungan proses hubungan antar sistem. Struktur organisasi ini tentu harus terurut berdasarkan posisi tertinggi, hal ini bertujuan agar masing-masing struktur bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing
            Dalam organisasi tentu sangat diperlukan suatu manajemen organisasi. Hal ini bertujuan agar sistem organisasi didalamnya berjalan dengan baik dan sesuai dengan peran utamanya.
            Ilmu manajemen sebetulnya sama dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen. Baik langsung maupun tidak langsung, baik disadari ataupun tidak disadari manusia menggunakan prinsip-prinsip dari manajemen.
            Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke-20 dibenua Eropa Barat dan Amerika. Dimana negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri, yaitu perubahan-perubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan beragam jenisnya.

1.2 Tujuan Permasalahan
a. Untuk mengetahui pengertian manajemen
b. Untuk mengetahui jenis-jenis manajemen
c. Untuk mengetahui pengertian kepemimpinan
d. Untuk mengetahui pengertian, manfaat serta jenis perencanaan

1.3 Rumusan Permasalahan
a. Apa itu manajemen ?
b. Sebutkan jenis-jenis manajemen ?
c. Apa itu kepemimpinan ?
d. Apa pengertian perencanaan ?
e. Apa saja manfaat perencanaan ?
f. Apa saja jenis perencanaan dalam organisasi ?



                                                                        BAB II
                                                                 PEMBAHASAN

I. Pengantar 

A. Pengertian Manajemen
            Manajemen adalah istilah kosakata yang berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Secara umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi.
            Istilah manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang berjalan terus atau kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan oleh para manajer. Fungsi ini lazimnya disebut merancang, mengorganisasi mengarahkan dan mengendalikan.
a.Perencanaan: Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

b.Pengorganisasian: Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh,sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif,dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efesien guna pencapaian tujuan organisasi.

c.Pengarahan: Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

d.Pengendalian: Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

            Efisiensi merupakan bagian penting dalam manajemen. Efisiensi itu mengacu pada hubungan antara masukan dengan keluaran. Karena para manajer menghadapi sumber-sumber masukan yang langka terutama manusia, uang dan peralatan maka mereka menaruh perhatian pada pemanfaatan sumber-sumber itu secara efisien. Oleh karena itu, manajemen menaruh perhatian untuk meminimalkan biaya sumber daya.
            Namun tidaklah cukup sekedar menjadi efisien. Manajemen juga menaruh perhatian pada penyelesaian kegiatan-kegiatan agar sasaran-sasaran organisasi tercapai, artinya manajemen menaruh perhatian pada efektivitas. Manakala para manajer mencapai sasaran-sasaran organisasi mereka, dapat dikatakan mereka berhasil atau berguna (efektif). Efektif sering kali dilukiskan sebagai “melakukan hal-hal yang tepat” artinya kegiatan kerja yang akan membantu organisasi tersebut mencapai sasarannya. Dalam organisasi yang sukses biasanya efisiensi yang tinggi terjadi bersama-sama dengan efektivitas yang tinggi. Dan manajemen yang buruk itu seringkali diakibatkan oleh ketidakefisienan dan ketidakefektifan atau oleh efetivitas lain yang dicapai melalui ketidakefisienan.

B. Jenis – Jenis Manajemen 

      1. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

      2. Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

      3. Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.

4. 4. Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

   5. Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

   6. Manajemen Strategi, Secara sederhana manajemen dapat di artikan sebagai Perencanaan,  Pengorganisasian, Pergerakan, Pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan.

      7. Manajemen operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien. Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa).

      C. Kepemimpinan
                  Setelah perencanaan dibuatdan struktur organisasi dibentuk, maka langkah selanjutnya adalah pengisian jabatan dalam organisasi, dikalangan para ahli manajemen ada bermacam-macam pendapat tentang kepemimpinan.
                  Menurut Stoner, kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga aplikasi penting, Pertama kepemimpinan yang melibatkan orang lain (bawahan atau pengikut), kualitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima pengarahan dari pemimpin. Kedua, kepemimpinan merupakan kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Ketiga, kepemimpinan disamping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh.
                  Jadi pada hakikatnya, esensi kepemimpinan adalah :
      a. Kemampuan mempengaruhi tata laku orang laina, apakah dia pegawai bawahan, rekan sekerja atau atasan.
      b. Adanya pengikut yang dapat dipengaruhi baik oleh ajakan, anjuran, bujukan, sugesti, perintah, saran atau bentuk lainnya.
      c. Adanya tujuan yang hendak dicapai.
                  Tiga dimensi kontingensi yang menetapkan faktor-faktor situasional utama untuk menentukan efektifitas pemimpin, yakni :
      1. Hubungan pemimpin anggota : tingkat kepercayaan, keyakinan, dan rasa hormat yang dimiliki bawahan terhadap pemimpin mereka ; dinilai sebagai entah baik atau buruk.
      2. Struktur tugas : sampai sejauh mana tugas-tugas kerja itu diformalkan dan dijadikan prosedur ; dinilai sebagai tinggi atau rendah.
      3. Kekuasaan posisi : tingkat pengaruh yang dimiliki seorang pemimpin terhadap kegiatan-kegiatan berdasarkan kekuasaan seperti mempekerjakan, memecat, menertibkan, menaikkan pangkat, dan menaikan gaji ; dinilai sebagai kuat atau lemah.
                  Menurut teori alur-tujuan, perilaku seorang pemimpin itu dapat diterima oleh bawahan sejauh mereka melihatnya sebagai sumber langsung kepuasan atau sebagai sarana kepuasan masa depan. House mengidentifikasi empat perilaku pemimpin :
      1. Pemimpin yang direktif : membiarkan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari diri mereka, menjadwal pekerjaan yang harus dilakukan, dan memberi bimbingan spesifik mengenai bagaimana caranya menyelesaikan tugas-tugas.
      2. Pemimpin yang suportif : bersikpa bersahabat dan menunjukan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan bawahan.
      3. Permimpin yang partisipatif : berunding dengan bawahan dan menggunakan saran-saran mereka sebelum membuat keputusan.
      4. Pemimpin yang berorientasi prestasi : mematok tujuan-tujuan yang menantang dan mengharapkan bawahan untuk bekerja pada tingkat yang paling tinggi.
                 
      II Perencanaan dan Penetapan Manajemen

      1. Pengertian Perencanaan
                  Perencanaan menyangkut merumuskan sasaran atau tujuan organisasi, menetapkan strategi menyeluruh untuk mencapai tujuan, untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan. 

Perencanaan memantapkan usaha yang terkoordinasi. Rencana memberi arah kepada para manajer dan juga non-manajer. Perencanaan mengurangi ketidakpastian dengan mendorong para manajer untuk melihat kedepan, mengantisipasi perubahan, mempertimbangkan dampak perubahan, dan menyusun tanggapan-tanggapan yang tepat. Perencanaan juga dapat konsekuensi tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan oleh para manajer dalam menanggapi perubahan.
                  Selain itu, perencanaan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tumpang tindih dan sia-sia. Koordinasi sebelum terjadi akan cenderung menunjuk ke pemborosan dan berlebihan. Selain itu apabila sarana dan tujuan-tujuannya jelas, ketidakefisenan menjadi jelas dan dapat dikoreksi atau dihilangkan.
                  Akhirnya dapat didefinisikan bahwa perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pemikiran yang menghubungkan fakta-fakta berdasarkan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dan menguraikan bagaimana pencapaiannya.

      2. Manfaat Perencanaan
                  Perencanaan memantapkan usaha yang terkoordinasi. Rencana memberi arah kepada para manajer dan juga non-manajer. Ketika para karyawan mengetahui kemana arah organisasi itu dan apa yang harus mereka sumbangkan untuk mencapai sasaran tersebut, mereka dapat mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka, bekerja sama satu sama lain dan bekerja dalam tim. Tanpa perencanaan, departemen-departemen mungkin bekerja dengan tujuan yang saling bertentangan dan menghambat organisasi untuk bergerak secara efisien menuju sasarannya.
                  Oleh karenanya, manfaat memiliki beberapa manfaat. Manfaat dari perencanaan diantaranya :
      a. Mengarah pada tindakan yang bertujuan
      b. Menghindari kesalahan atau resiko
      c. Memungkinkan pendelegasian tugas (kekuasaan)
      d. Memungkinkan koordinasi
      e. Metode yang digunakan bisa lebih baik
      f.  Bisa berhemat atau ekonomis dana
      g. Bisa menghemat tenaga manajemen
      h. Sebagai dasar untuk pengendalian

      3. Jenis Perencanaan Dalam Organisasi
                  Macam-macam perencanaan dapat dikelompokkan didasarkan pada beberapa segi yaitu : (1) berdasarkan jangka waktu, (2) berdasarkan sifat perencanaan, (3) berdasarkan alokasi sumber daya, (4) berdasarkan tingkat keluwesan, (5) sistem yang dianut, dan (6) berdasarkan cara pelaksanaannya.
      1. Berdasarkan Jangka Waktu
                  Berdasarkan jangka waktu perencanaan dibagi tiga, yaitu :
      a. Perencanaan Jangka Panjang
                  Biasanya mempunyai rentang waktu antara 10 sampai 25 tahun. Tujuan pokok rencana jangka panjang adalah meletakkan landasan bagi rencana jangka menengah dan pendek, sehingga masalah-masalah yang harus diselesaikan dalam jangka waktu panjang dapat dipertimbangkan dahulu.
      b. Perencanaan Jangka Menengah
                  Biasanya mempunyai rentang waktu antara 4 sampai 6 tahun. Dalam perencanaan jangka menengah ini walaupun masih umum, sasaran-sasaran dalam kelompok besar sudah dapat diproyeksikan dengan jelas.
      c. Perencanaan jangka Pendek
                  Rencana jangka pendek mempunyai rentang waktu 1 tahun, biasanya disebut juga rencana operasional tahunan.
      2. Berdasarkan Sifat Perencanaan
                  Berdasarkan sifat perencanaan, perencanaan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
      a. Perencanaan dengan Komando
                  Biasanya dilaksanakan dimasyarakat sosialis seperti mantan negara Uni Soviet. Pada sistem ini ada satu penguasa pusat yang merencakan, mengatur, dan memerintahkan pelaksanaan rencana sesuai dengan sasaran dan prioritas yang telah ditetapkan sebelumnya.
      b. Perencanaan dengan Rangsangan
                  Merupakan sistem perencanaan yang demokratis. Sistem ini dilakukan dengan cara memanipulasi pasar. Tidak ada keharusan, tetapi ajakan.
      3. Berdasarkan Alokasi Sumber Daya
                  Berdasarkan alokasi sumber daya, perencanaan dibagi menjadi dua :
      a. Perencanaan Keuangan
                  Perencanaan keuangan penting dalam rangka menghapuskan ketidakseimbangan antara penawaran dengan permintaan dan untuk menghitung biaya serta hasil berbagai proyek.
      b. Perencanaan Fisik
                  Suatu usaha untuk menjabarkan usaha pembangunan melalui pengalokasian faktor produksi dan hasil produksi sehingga memaksimalkan pendapatan dan pekerjaan.
      4. Berdasarkan Tingkat Keluwesan
                  Berdasarkan tingkat keluwesan suatu perencanaan dibagi menjadi 2, yaitu :
      a. Perencanaan Indikatif
                  Perencanaan Indikatif diketahui bersifat menyeluruh, dimana badan perencanaan sampai menentukan hal-hal yang rinci seperti jumlah yang akan diinvestasikan pada masing-masing sektor, penetapan harga produk dan faktor produksi.
      b. Perencanaan Imperatif
                  Dibawah perencanaan imperatif semua kegiatan dan sumber daya ekonomi berjalan menurut komando negara. Ada pengawasan menyeluruh oleh negara terhadap faktor produksi.
      5. Berdasarkan Sistem Ekonomi
                  Berdasarkan sistem ekonomi yang dianut suatu negara, perencanaan dapat dibagi menjadi :
      a. Perencanaan dalam Kapitalisme
                  Tidak disandarkan pada rencana yang terpusat (central plan). Dengan tiadanya rencana pusat, maka alat-alat produksi bisa dimiliki secara pribadi.
      b. Perencanaan dalam Sosialisme
                  Perencanaan dalam sosialisme didasarkan pada rencana yang terpusat. Ada badan penguasa atau badan perencanaan pusat yang merumuskan rencana bagi keseluruhan.
      c. Perencanaan dalam Ekonomi Campuran
                  Perekonomian campuran adalah gabungan dua sistem ekonomi, kapitalisme dan sosialisme. Sistem ini merupakan sistem yang bebas dari kejelekan kapitalisme dan sosialisme tetapi menyatupadukan segi-segi baiknya. 

      6. Berdasarkan Cara Pelaksanaanya
                  Dari sudut pelaksanaannya, perencanaan dapat dibedakan menjadi :
      a. Perencanaan Sentralistik
                  Keseluruhan proses perencanaan suatu negara berada dibawah badan perencanaan pusat. Badan ini merumuskan suatu rencana pusat, menetapkan tujuan, sasaran dan prioritas.
      b. Perencanaan Desentralistik
                  Perencanaan desentralistik mengacu pada pelaksanaan rencana dibawah. Rencana dirumuskan oleh badan perencanaan pusat setelah berkonsultasi dengan berbagai unit administrasi negara. 

                                                                            BAB III
                                                                       KESIMPULAN

            Istilah manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang berjalan terus atau kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan oleh para manajer. Fungsi ini lazimnya disebut merancang, mengorganisasi mengarahkan dan mengendalikan.
            Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga aplikasi penting, Pertama kepemimpinan yang melibatkan orang lain (bawahan atau pengikut), kualitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima pengarahan dari pemimpin. Kedua, kepemimpinan merupakan kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Ketiga, kepemimpinan disamping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh.
                  Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pemikiran yang menghubungkan fakta-fakta berdasarkan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dan menguraikan bagaimana pencapaiannya.

           
           

                 
                 

     




     
                                                            DAFTAR PUSTAKA

1. Robbins, S dan Coulter, M. 2004. Manajemen Jilid 1. Jakarta : INDEKS
2. Robbins, S dan Coulter, M. 2004. Manajemen Jilid 2. Jakarta : INDEKS
3. Leavitt, Harold J. 1992. Psikologi Manajemen. Jakarta : Erlangga
4. Schermerhom, Jr, J. 1998. Manajemen. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta
5. Widjaja, Amin. 1993. Suatu Pengantar Manajemen. Jakarta : Rineka Cipta
6. Abdul Mukhyi, M dan Saputru, I. 1995. Pengantar Manajemen. Jakarta : Gunadarma
7. Arsyad, L. 1993. Pengantar Perencanaan Ekonomi. Yogyakarta : Media Widya Mandala
8. Sastrodiningrat,S. 1999. Kapita Selekta dan Manajemen Kepemimpinan. Jakarta : IND-HILL-CO
 



 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar